Thursday, August 28th, 2008
telling me the right one
17 January 2007 | Saos tomat | 8 Comments

Kadang seseorang butuh nasihat.

Dan bagusnya nasihat itu harus bisa meyakinkan. Agak percuma juga kalau ternyata nasihatnya kurang jitu , percuma, capek bilangnya saja, toh cuma lewat telinga dengan bebas hambatan.

Beberapa waktu lalu , saya dibilangin *bagi saya itu sebuah nasihat*. Dan ternyata ‘ngena’ banget.

Baik secara logika maupun rasa :P

Tapi kadang nasihat gak langsung saya yakini, perlu waktu mengolah saran dari orang agar disesuaikan dnegan keadaan diri, dan meyakini kalau orang tersebut ngerti permasalahan yang saya hadapi, bukan nasihat asal sok tau.

Kemarin saya beli majalah Chic. Dan cukup kaget juga, nasihat dari orang tersebut exactly sama dengan yang dituliskan salah seorang koresponden Chic. Dengan kata-kata yang maksutnya sama.

Well, nasehat yang bagus, great of you!! :D

Isi nasehat begini:

” Kalau memang memilih bertahan di pekerjaan yang tidak disukai, ada 2 hal. Jangan menggerutu dan menyalahkan semua orang dengan memasang muka jutek, toh kan itu pilihan sendiri. Dan tetap bekerja dengan sebaik-baiknya, toh di akhir bulan tetap DIGAJI kan?! “

-