




Sudah lama mau posting ini, tapi baru sempet sekarang. Ini ada beberapa foto yang menorehkan kenangan tersendiri tentang banjir. Memang untuk beberapa daerah banjir, kita tidak bisa merasa senang atau bahkan tersenyum. Tapi di daerah saya khususnya, masih ada tawa ceria menanggapi banjir yang datang.
Banjir dan anak-anak, siapa yang tidak suka bermain air? Cemplungkan saja dan biarlah mereka bermain sedikit dengan air bah. Agak konyol juga sih, kok membiasakan anak-anak dengan bencana? Tapi memang main banjir-banjiran menyenangkan, asalkan belum sepinggang.

Kalau tidak bisa ke Waterboom ataupun Waterpark di BSD ambil saja ban bebeknya dan berenang!!


Dimulai hari Rabu kemarin, hujan deras dari jam 9 malam sampai keesokannya, membuat rumah saya kebanjiran. Jam 4 subuh orang rumah sudah dihebohkan oleh banjir yang mulai masuk rumah, lagi enak tidur, pas bangun subuh tau-tau air sudah setengah betis. Langsung semua barang yang ada diangkutin dinaikkan ke tempat yang lebih tinggi, colokan listrik dicabut, sampai pagi harinya masih sibuk beberes barang. Hujan pun tidak berhenti juga, tambah tinggi, masuk rumah sampai sedengkul. Saya sih malah mondar mandir main banjir-banjiran hehehe…Yang susah kalau sudah kebelet ke WC, secara kamar mandi pun terendam air. Sampai ‘kejadian itu’ harus terjadi
Paginya saya tidak bisa berangkat ke kantor, menunggu surut, jam setengah 12 akhirnya sampai juga ke kantor. Hari Rabu itu, Jakarta belum terkena imbas banjir, karena hujan baru mengguyur keesokan harinya.
Yah, Kamis, akhirnya banjir bandang melanda Jakarta. Pagi hari saya melewati tol dan dipinggirnya sudah terlihat banyak genangan, mendekati daerah Halim, kali sudah hampir meluap. Ternyata benar agak siangan sedikit, Jakarta dikepung banjir, yang menyebabkan macet gak ketulungan.
Sore hari tambah parah. Sepanjang jalan MT. Haryono tidak bisa bergerak sama sekali. Akhirnya mau gak mau saya jalan dari Tebet sampai Cawang lumayan lah, daripada macet-macetan. Sampai perempatan Cawang bawah , tampak sepi dari kendaraan.
Ternyata, By Pass, arah Celilitan ke Priuk, terendam banjir lebih dari 5m. Itu underpass sudah kaya kolam renang saja
Dan melihat ke kiri arah ke Priuk sudah seperti kota mati sepi, gelap, dan banjir.
Menunggu muter-muter, tetap tidak ada bis yang lewat. Melihat ke jalan layang di atas ternyata beberapa bis tampak. Akhirnya saya pun manjat lereng jalan layang, bersama orang-orang lainnya, sudah seperti Outbound
Nunggu di jalan layang , tetap tidak ada bis yang lewat.
Tau-tau ada tronton lewat, langsung diteriakin, Bekasi Timur!!! Langsung deeh saya naik itu tronton rame-rame dengan banyak orang yang menunggu bis.
Jalan tol arah Bekasi lancar, alhamdulillah akhirnyaaaa bisa sampai di rumah
Seru. Benar-benar seru perjalanan pulang semalam. Tapi ternyata banyak orang yang tidak bisa sampai rumahnya, sampai harus menginap di tempat terdekat, yang sialnya di beberapa tempat listrik terpaksa dipadamkan karena banjir. Ada juga orang yang kena macet sampai 6 jam.
Wuih!
Dan sekarang , saya ngelembur di kantor. Mudah-mudahan pulangnya tidak seperti kemarin, cukup sekali saja 









