




Sudah berangkat pagi tapi tetap saja yang namanya hari Senin sampai kantor juga jam stengah sembilan. Macetnya bener-bener pol, panas, gerah, bikin bedak luntur. Walhasil, sampai kantor dandanan udah acak-acakan.
Karena telat, terpaksa naik ojek, harus merogoh kocek 5ribu. Bangkrut. Dan di pagi itu, harus melihat dari dekat orang tergeletak di jalan dengan kepala pecah. Dang dengan bodohnya tukang ojek malah jalan perlahan, mau nonton mungkin. Sakit jiwa.
Malam sebelumnya, nengok sepupu yang istrinya baru melahirkan. Nama anaknya Pasha Raihan Fathurrahman Darmanto. Nama yang aneh, campur sari korban televisi. Well, semua orang bahagia.
Ya..ya..ya
Semua orang bahagia. Kecuali saya.
I’m not happy today.

2 Responses to “Pecah Kepala”
oh my god.. thats so scary.. aku takut banget kalo liat ada yg kecelakaan..
hey, jangan bilang semua orang bahagia dan kamu ngga ko. semua orang juga punya masalah sendiri2 ko. we should be very lucky kepala blm pecah kan?











wuuihh… kepala pecah ? kelindes bis apa ya ?
btw, pernah ngga lu pas bahagia tapi ngeluh saya kok bahagia padahal orang lain lagi kena musibah.