




Sudah berangkat pagi tapi tetap saja yang namanya hari Senin sampai kantor juga jam stengah sembilan. Macetnya bener-bener pol, panas, gerah, bikin bedak luntur. Walhasil, sampai kantor dandanan udah acak-acakan.
Karena telat, terpaksa naik ojek, harus merogoh kocek 5ribu. Bangkrut. Dan di pagi itu, harus melihat dari dekat orang tergeletak di jalan dengan kepala pecah. Dang dengan bodohnya tukang ojek malah jalan perlahan, mau nonton mungkin. Sakit jiwa.
Malam sebelumnya, nengok sepupu yang istrinya baru melahirkan. Nama anaknya Pasha Raihan Fathurrahman Darmanto. Nama yang aneh, campur sari korban televisi. Well, semua orang bahagia.
Ya..ya..ya
Semua orang bahagia. Kecuali saya.
I’m not happy today.

Barbie got a friend or rival???

Di dunia mainan sedang terjadi kontroversi. Bisa dibilang begitu, karena salah satu ikon boneka mendapat saingan dengan cara yang unik. Barbie yang dikenal luas sebagai produk mainan ‘Barat’ yang digambarkan sebagai wanita yang memesona dan seksi juga pirang. Kini mendapat teman karakter fisik yang sama kecuali dalam berpakaian dan tentu saja rambut pirangnya
Fulla, nama yang diambil dari salah satu jenis bunga, boneka yang berasal dari industri mainan di Timur Tengah, telah mencuri perhatian khalayak. Standar memang, boneka yang hampir sama dnegan Barbie hanya istimewanya, boneka tersebut menggambarkan busana khas perempuan muslim, yang tertutup.
Buat saya sih, itu cukup fair, dan lebih membantu kami orang muslim bagaimana membiasakan diri dari segi How to look and what to wear dengan media yang lebih friendly. Karena selama ini, hal dalam berbusana didominasi pikiran ‘barat’ yang mengekspos seluruh wilayah. Sekarang gak ada masalah kan kalau menslogankan cara berbusana ‘timur’ yang punya kekhasannya sendiri.
dan lagi, Fulla ini katanya harganya murah, karena diproduksi di Cina. kalau tidak salah 4oribu rupiah. waaah…bagusss. Dibandingkan dengan Barbie yang harganya nyindir.
Pokoknya saatnya berburu Fulla
Mattel sepertinya perlu membuat terobosan baru agar Barbie nya tetap menjadi buruan.
Contohnya mungkin…
Memberikan Barbie sepasang Nipples 

Aku marah dengan suami yang tidak mau membantu mengepel atau cuci piring dan menganggap itu semua adalah pekerjaan istri
Aku marah dengan adik yang tidak bisa melawan perkataan kakaknya hanya karena tidak ingin ribut dan menghormati
Aku sangat marah dengan laki-laki yang tidak bisa membantu menyelesaikan masalah rumah tangga dan menutupnya dengan bentakan yang arogan
Sangat marah dengan orang yang terlalu baik yang tidak tega menolak dan memaksakan diri untuk membantu walaupun tidak mampu.
Aku sangat sangat marah dengan hierarki sebuah keluarga yang mengatakan :
Ini Ayah , dan aku berkuasa
Ini Ibu, dan aku melayani suami
Ini kakak, dan kamu tidak boleh melawanku
Ini Adik, dan aku harus selalu patuh
Gak ada yang mengaku saudara kalau kita lagi susah
Cuih
Istri itu harus melayani suami
Cuih

Don’t need high heels
For a good feel
You can keep the fancy clothes
I’ll take walkin in the rain
Over things material
I’ll trade Melrose and the big names
Give me faces that I know
Just play a melody that everybody knows
Take it down, down, down
And strip it to the core
I don’t really need much less is more, more, more
True to life, true to me
The way it’s got to be
So simple, so simple, so simple
Live to love, love to be
Absolutely free
(so simple, so simple, simple)
Give me wisdom, plain and truthful
Teach me somethin I don’t know
Plain as education, inspiration I suppose (yeah yeah)
Give me family, on a Sunday
And I’ll be just fine
There’s nothing in the world
That’s worth more of my time
Take it down, down, down
And strip it to the core
I don’t really need much less is more, more, more
Livin my dream, is my song to the world
(let ‘em hear it)
Sharin’ my soul and spirit
I’m hopin that you hear it
Got one (one) life (life) to live (live)
It’s only what you make it (make it)
Every new day’s a chance worth takin
song by Stacie Orico
………..
Long wikeeen yiihaaaaaa !!!! 

Hari ini mencoba kuliner baru yang ada di Bekasi, tepatnya di belakang Islamic Center dekat asrama haji. Diajak bokap sih kesini, katanya ada tempat makan sunda yang halaman parkirnya suka ramai. Mungkin maksutnya kalau ramai berarti laku, dan kalau laku berarti ada yang istimewa.
Rumah makannya berupa saung-suang seperti rumah makan sunda lainnya. Dan pastinya menu ikan bakar atau goreng pasti ada. Kami memilih memesan, gurame goreng, udang goreng mentega, bawal bakar, ayam cah kangkung, dan sayur asem.

Ternyata, tak disangka, ikan guramenya ukuran jumbo. Enak, digoreng gurih, tidak amis, tapi sayangnya kurang gurih. BUkan masalah sih, karena terbantu dengan bumbu kecapnya nyamm. Datang lagi bawal bakarnya. Wuih ukuran lumayan besar, dan tidak amis. Dibakarnya juga merata, hanya saja bukan bawal laut tapi air tawar jadi dagingnya kurang nyess kata bokap
Dan pesanan saya, datang juga, salah satu mahluk laut favoritku. Udang. Daan udangnya guede jee, dagingnya lumayan tebel dan empuk, yang paling penting tidak amis. Tapi sekali lagi bumbunya kurang gurih, apa karena masakan sunda yah
Tapiii….









