Friday, August 29th, 2008
Jangan Sampai Bayi Tersedak
11 May 2007 | Baso campur | 8 Comments

Saya baru tau ternyata jenis dot bayi itu bermacam-macam dan masing-masing disesuaikan dengan kemampuan hisap si bayi dan besar mulutnya.

Dari jenis bahan dot, ada yang terbuat dari lateks (karet) dan silikon. Untuk yang berbahan lateks (karet), dot berwarna agak kecoklatan atau kuning, dot pun lebih lunak dan elastis tapi kekurangannya lebih cepat robek bila sering digigit. Sedangkan yang berbahan silikon, agak sedikit lebih keras tapi tidak mudah sobek dan berwarna lebih putih.

Untuk bayi yang kemampuan isapnya cepat bisa memakai dot silikon,dan yang kemampuan hisapnya lebih rendah bisa memakai yang berbahan lateks karena tidak akan membuat lelah dan lunak.

Dot sekarang sudah ada yang dilengkapi dengan ukuran outlet slow, medium, atau fast.Jadi tergantung kita ingin men-set keluarnya air susu dengan kecepatan yang mana, tentunya disesuaikan dengan kemampuan si anak. Ada juga yang sudah dilengkapi dengan regulator. Ini bisa mengurangi resiko bayi tersedak,misalnya si bayi tertidur tapi dot masih ada di mulut, bisa berbahaya bila air terus mengalir, kerongkongan bayi akan penuh air susu. Dengan adanya regulator ini, air susu tidak akan keluar bila tidak dihisap, begitu juga bila keadaan miring atau terbalik air susu tidak akan keluar.

Ada juga yang dinamakan dot sendok. Saya masih kurang mengerti dengan bentuknya. Hanya saja, dot ini dimaksudkan agar si bayi tidak Bingung Puting. Bingung puting disini artinya, air susu lebih susah diisap keluar dari puting ibu dibandingkan dengan dot.Bila si bayi diberikan dot yang lebih mudah diisap, maka saat berhadapan dengan puting ibunya dia akan kesulitan yang akhirnya akan terjadi penolakan dan lebih memilih dot. Dengan dot sendok ini diharapkan akan megurangi terjadinya bingung puting.

Pemilihan botol juga diperhatikan, ada yang dari jenis plastik dan kaca. Untuk sterilisasi yang kaca lebih mudah, tapi lebih berat jika dipegang si bayi. Untuk bayi yang masih terlalu kecil, sebaiknya dihindari botol yang banyak gambarnya. Karena pada saat proses sterilisasi dengan menaruhnya di air panas gambar bisa terkelupas dan itu berbahaya bila termakan.

Pemberian ASI langsung dari ibunya tentu lebih baik, tapi ada saat digunakannya dot, jadi pilihlah yang tepat, agar bayi mungil anda tidak tersedak :D

*habis baca tabloid Nikita*

Tempe tumis sambel belimbing
11 May 2007 | Baso campur | 4 Comments

Bahan:
300 gram tempe, potong kotak, goreng
10 buah petai, potong 2 bagian
50 gram cumi asin, potong-potong
2 lembar daun salam, 2 cm lengkoas, memarkan
3/4 sendok teh garam, 1 sendok teh gula pasir

Bumbu halus:
4 buah cabai merah, 2 buah cabai rawit
3 buah belimbing wuluh, 3 butir bawang merah
1/2 sendok teh terasi bakar

Cara membuat:
1. Tumis bumbu halus, daun salam, dan lengkoas sampai harum. Masukkan petai. Aduk sampai layu.
2. Tambahkan cumi asin dan tempe. Aduk rata.
3. Masukkan air, garam, dan gula pasir. Masak sampai meresap.

sumber: Majalah Sedap edisi 3/VIII/2007

——-

Hari Sabtu mau masaaak ahh, kayanya gampang dan enak. Ditambah lada lebih enak lagi, aku kan pepper lover.

Tapi…

Lengkoas bentuknya yang kaya apa yah ;))

-