




Saya baru tau ternyata jenis dot bayi itu bermacam-macam dan masing-masing disesuaikan dengan kemampuan hisap si bayi dan besar mulutnya.
Dari jenis bahan dot, ada yang terbuat dari lateks (karet) dan silikon. Untuk yang berbahan lateks (karet), dot berwarna agak kecoklatan atau kuning, dot pun lebih lunak dan elastis tapi kekurangannya lebih cepat robek bila sering digigit. Sedangkan yang berbahan silikon, agak sedikit lebih keras tapi tidak mudah sobek dan berwarna lebih putih.
Untuk bayi yang kemampuan isapnya cepat bisa memakai dot silikon,dan yang kemampuan hisapnya lebih rendah bisa memakai yang berbahan lateks karena tidak akan membuat lelah dan lunak.
Dot sekarang sudah ada yang dilengkapi dengan ukuran outlet slow, medium, atau fast.Jadi tergantung kita ingin men-set keluarnya air susu dengan kecepatan yang mana, tentunya disesuaikan dengan kemampuan si anak. Ada juga yang sudah dilengkapi dengan regulator. Ini bisa mengurangi resiko bayi tersedak,misalnya si bayi tertidur tapi dot masih ada di mulut, bisa berbahaya bila air terus mengalir, kerongkongan bayi akan penuh air susu. Dengan adanya regulator ini, air susu tidak akan keluar bila tidak dihisap, begitu juga bila keadaan miring atau terbalik air susu tidak akan keluar.
Ada juga yang dinamakan dot sendok. Saya masih kurang mengerti dengan bentuknya. Hanya saja, dot ini dimaksudkan agar si bayi tidak Bingung Puting. Bingung puting disini artinya, air susu lebih susah diisap keluar dari puting ibu dibandingkan dengan dot.Bila si bayi diberikan dot yang lebih mudah diisap, maka saat berhadapan dengan puting ibunya dia akan kesulitan yang akhirnya akan terjadi penolakan dan lebih memilih dot. Dengan dot sendok ini diharapkan akan megurangi terjadinya bingung puting.
Pemilihan botol juga diperhatikan, ada yang dari jenis plastik dan kaca. Untuk sterilisasi yang kaca lebih mudah, tapi lebih berat jika dipegang si bayi. Untuk bayi yang masih terlalu kecil, sebaiknya dihindari botol yang banyak gambarnya. Karena pada saat proses sterilisasi dengan menaruhnya di air panas gambar bisa terkelupas dan itu berbahaya bila termakan.
Pemberian ASI langsung dari ibunya tentu lebih baik, tapi ada saat digunakannya dot, jadi pilihlah yang tepat, agar bayi mungil anda tidak tersedak
*habis baca tabloid Nikita*

8 Responses to “Jangan Sampai Bayi Tersedak”
@healmypain: langsung bangunkan badan si bayi dan usap-usap punggung dan dadanya say…duh bukan mendadak pingin kawin, pengetahuan kan bisa dari mana ajah dan topik apa saja 
aku milih ASG!!
*kabur ke redaksi majalah Nikita*
oo… gitu ya…. Emang bentuk xxxx ibu juga macem-macem gitu? (pasang ekspresi polos) hahaha
nikita? kirain ika masih demen sama komik. da pindah ke lain hati jeng?
btw, apa kabarrr??
wah..ternyata gitu toh..
ai kopas ya mba..hehe..
Hikz..jd pengen punya.. (loh?)
*kabur*
ponakan saya suka kesedak
tapi bukan karena dotnya
biasanya tangannya masup ke mulut,
(bukan jari, TANGAN!)
ah lagian, saya nurut ibunya aja sih, biar ibunya yg milih buat bayinya. *sikut-sikut iks*
ya ngga bu?
hihihihihi











uhuhuhuh… sistah… mendadak ingin kawin ya, baca majalah nikita?? XD…
(bcanda..).. trus kalau udah terlanjur tersdak gimana dong??