Sunday, September 07th, 2008
Menjalin Kasih Dengan Seorang Blogger
26 July 2007 | Sambel cabe | 33 Comments

Saya bingung. Sebenarnya saya harus bersyukur atau malah terkutuk mempunyai pasangan seorang Blogger. Pada awalnya, saya begitu bahagia. Ketika saya jadian, dia memposting fotobox kami, dan mengatakan bahwa dia juga begitu bahagia. Dan teman-teman blognya memberikan ucapan selamatnya pada kami berdua, tentu saja diakhiri dengan minta MAKAN-MAKAN! ..ugh blogger kere!

Pernah saya memberikan kaktus kecil sambil berkata, sayang saya tidak akan layu seperti kaktus ini. Lalu besoknya, saya membaca di blognya, bercerita tentang kejadian kemarin dan bilang bahwa saya adalah pacar termanis.

Belum lagi, puisi cinta saya untuk dia. Lalu, sms mesra penuh rayuan untuk dia. Besoknya sudah terpampang vulgar di new postingnya. Lagi, lagi, dia memuji saya sebagai pasangan terbaik, diikuti dengan komentar-komentar betapa beruntungnya dia punya pacar seperti saya. Yah, bangga sih, sudah membuat pasangan klepek-klepek dengan apa yang saya buat.

Ternyata, yang parahnya belum datang. Pernah kita bertengkar dan dia ngambek. Lalu malamnya, dia tuliskan itu! Katanya, dia sakit hati lah, saya jahat lah, kok ada manusia seperti itu? Lalu harus membaca komentar, weeh…lagi marahan sama *sebut nama* yaah? Baekan deeh. Atau komentar yang menghakimi saya, kok gitu banget sih? Padahal mereka kan gatau apa-apa.

Lalu saya putuskan untuk bilang ketidaknyamanan hal pribadi diungkap di blog. Dia, iya, iya saja. saya percaya.

Oke, itu belum seberapa. Pas dia ulang tahun, saya ingin membuat hari yang sempurna hanya untuk kami berdua. HANYA BERDUA. Kita boncengan motor di pinggir pantai, saat itu langit sedang cerah dan bintang-bintang bertaburan dengan indah. Lalu kami berhenti, dan corat-coret di atas pasir. Siapa Cinta siapa, seperti anak smp :D Lalu saya memberikan kado kecil, tiba-tiba dan memeluknya. Sambil bilang, saya tidak ingin kehilangan kamu. Then we kissed.

Shock lah saya. Ketika membuka blognya, hampir keseluruhan diceritakan. Saya hanya ingin mengalaminya berdua. HANYA BERDUA. Tanpa ada komentar.

Apa specialnya yang saya lakukan semalam kalau semuanya menjadi tau?

Malu. Jelas saya malu.

Saya marah dan tegur dia. Dia malah bilang kalau saya membatasi dia. Blog itu hak pribadinya, teritorinya, tidak ada yang bisa ganggu gugat dia mau tulis apa.

Tidak ada kata sepakat.

Akhirnya, saya pikir ini adalah multiple choice paling tolol di dunia, saya terpaksa bertanya :

Kamu pilih BLOG atau SAYA ?

dan dijawab.

BLOG.

AH! DASAR DIA BLOGGER GILA!

—–

Giling! Judul postingan ini sakit jiwa sekali huhuhu…

-