




Mungkin salah satu sebab saya menjadi manusia error adalah soal Panutan. Ngomongin masalah panutan, adalah sosok yang kita jadikan acuan atau contoh dalam mengambil sikap dan perilaku keseharian.
Sewajarnya, orang yang dijadikan panutan adalah sosok yang berkharisma, berperilaku terpuji, memiliki kehidupan yang baik secara moral dan segi sosial. Ataupun yang bisa menginspirasi orang lain untuk memiliki hidup yang lebih baik.
Naah…berdasarkan hal tersebut, saya kembali berpikir, apakah selama ini panutan saya benar?
Karena saya menyadari banyak keputusan-keputusan yang saya ambil terpengaruh dari gaya panutan saya ini. Jangankan keputusan, cara saya memandang persoalan dan hidup, sampai menyentuh ke bagian jiwa tergelap, sepertinya sangat kuat pengaruhnya. Terlebih lagi, saya ini pengkhayal ulung dan biasa membuat banyak skenario di kepala yang lagi-lagi ingin seperti dia hihihi…
Unfortunately, sikap saya banyak membuat orang lain kecewa. Bahkan terjatuh, sampai sakit hati. Parahnya lagi, saya memang merasa bersalah, tapi tidak merasa terlalu bersalah, nah loh, bingung.
Saya sampai bilang ke orang yang saya dzolimi, apa ini semua karena saya salah panutan? Karena pengaruh dia mengalir di pembuluh darah ini. Yang menjadikan saya sosok yang kejam, gila, dan egois.
Saat seseorang menawarkan kepastian dan perlindungan, saya malah pergi, ingin membereskan semuanya dengan cara saya sendiri. Tanpa memperdulikan perasaan yang ada.
Ku terlalu banyak berkhayal
Lalu lalu…siapakah panutan saya itu?
CATWOMAN, di Batman Return
ya..ya..ya…ku rasa aku memang salah panutan huhu.
Tampaknya harus diganti, panutan seperti…
Meriam Belinna …
perhaps 

-








