




Ya, akhirnya Beyonce akan hadir di Jakarta!
Dulu semasa Destiny Child masih ada, tidak ada tanda-tanda akan menggelar konser di Indonesia. Saya cukup yakin yang menyukai musik mereka disini cukup banyak. Dan jarang-jarang juga sekelas mereka yang mau tampil di Indonesia, paling mentok di Singapura atau Jepang.
Saya pecinta Beyonce, lirik, musik, dan figurnya. Saya mulai nyetrum dengan Destiny dan Beyoncenya, setelah mendengar lirik Independent Woman soundtrack Charlie’s Angel. Lalu Survival, Me-Myself-and I dan yang terakhir Irreplaceable.
Saya tidak begitu tau banyak, apa itu Beyonce, tanggal lahirnya kapan, favoritnya apa. Yang saya tau hanyalah liriknya bisa bikin saya kuat. Seperti halnya sekaleng bayam untuk Popeye.
Melihat dari lirik, dia wanita yang kuat, tapi ‘girly’ dan loveable di waktu lainnya. Ah, saya suka lirik-liriknya. Ditambah khas suaranya walaupun tidak sekuat dan sekhas Sade, tapi tetap bisa membuatku bangkit dari yang namanya kesedihan, putus asa, diinjak-injak laki-laki, dan have fun.
Yah mendengar Beyonce membuat saya ingat untuk tidak cengeng dan berpikiran sinis terhadap laki-laki hahaha…. Woman NO CRY.
Tapi setelah mendengar tiket konser bagian festival dipatok dengan harga IDR 750,000 !!
I was cried. Dammit!
Ohya…
Berita punya berita, kedatangan Beyonce ke Indonesia tidak lain karena batal manggung di Kuala Lumpur. Salah satu alasannya adat budaya pakaian atau apapun itu. Lucu juga, padahal Inul saja akhirnya mendapatkan izin buat manggung di Malaysia.
Inul, tau kan Inul? Gayanya gak jauh beda dengan para dada dan goyang penjajah mata macam Beyonce. Lalu kenapa tidak begitu halnya dengan Beyonce terbentur aturan pakaian?
Kasian, ternyata Malaysia levelnya cuma Inul
Yah, saya mulai terkena demam beteisme dengan tetangga sebelah 

Ku lihat ke bawah
orang-orang tua renta
menyapu lantai yang rata dengan tanah
Pegangan gentong gerabah dipakul
rumput-rumput kering musim panas
lalu mereka jatuh terembab
Tawaku melihat orang seumur di bawah
dengan kerutan di sudut mata, dagu yang tidak lagi kencang
menari-nari dalam ketuaan usia
Istanaku terlalu tinggi
terukur dari pusat bumi
Mereka harus mendongak ke atas
untuk melihat yang tak kan mati.

-








