





Waks…bening banget! Ya ya ya…sekarang era nya Sandra Dewi
Eh kalau belum tau dia tuh yang maen di Quickie Express.
Ini alamat FS nya:
http://profiles.friendster.com/36882162
Btw, saya lagi males ngeblog atau blogwalking. Sekarang lagi demen ngegosip…tiap dateng kantor sampe pulang lagi, selalu mampir di mari.
Yuuuu…mampiiiir….DetikHot Gosip.

Lupakan berapa karat berlian yang anda pakai, dan berapa banyak mobil di garasi anda. Atau berapa jenis arwana yang anda punya di aquarium. Trend simbol status saat ini sedang bergeser ke tanaman hias.
Iya, tanaman hias tertentu bisa berharga berpuluh juta rupiah, bahkan ada yang satu daunnya dihargai lebih dari 10 juta rupiah. He he satu daun gitu loh
Trend tanaman hias saat ini sedang dirajai family araceae dengan species Anthurium. Jenisnya pun bermacam-macam, mulai dari Hookeri, Jenmanii, Black Beauty, Gelombang cinta, dan lain-lain. Contohnya, untuk bibitan atau daun anakan yang masih kecil, 3 daun untuk Jenmanii Supernova dihargai Rp 1,250,000,- Atau coba tengok Jenmanii Lemon, untuk 2 daun bibitan yang masih kecil harganya Rp 1,350,000,-
Itu baru dari 1 jenis species. Tanaman jenis lainnya yang sedang digandrungi adalah, bunga padang pasir, Adenium, Euphorbia, Pachypodium, dan yang katanya sedang naik daun adalah Sansevieria. Harganya pun tidak beda jauh, untuk jenis Sanse sampai ada yang dihargai 1 daunnya Rp 10 juta
Mengapa harganya mahal, tentunya perilaku pasar menjadi alasan, dan beberapa memang masih banyak yang impor. Sudah banyak kompetisi tanaman hias diadakan menurut kelas masing-masing. Daerah yang sangat mengandrungi adalah Daerah Jawa Tengah khususnya JOgjakarta dan Jawa Timur, Surabaya. Tapi kemudian daerah-daerah lainnya tidak mau kalah.
Bapak saya sampai bertanya tentang tanaman hias ini ke tukang tanaman keliling. Katanya sekarang bandrol harga untuk tanaman tersebut tidak lagi memakai rupiah, tapi dibandrol dengan nama-nama Mobil seperti Xenia, Kijang, APV
Tidak tau sampai kapan trend ini akan berlangsung. Mudah-mudahan, dengan adanya perilaku manusia menyukai tanaman dan merawatnya akan menjadikan bumi yang lebih baik. Tanaman yang ada menjadi bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya, pasokan oksigen, lingkungan yang teduh dan hijau. Terlepas dari berapa harga tanaman tersebut.
Tapi saya juga tidak akan banyak komentar, jika tanaman yang dimiliki hanya dinikmati sendiri, bahkan menyewa satpam untuk menjaga dari pencurian. Dan petani-petani kecil tanaman hias tetap saja miskin karena ketidakpengetahuan dan menjual bibit dengan harga yang jauh lebih murah. Dan saya juga tidak bisa berkomentar banyak, jika masih banyak saudara kita tidak mampu membeli seikat kangkung seharga cuma seribu rupiah (yah, namanya juga hobiiii….)
Mudah-mudahan bukan hanya merupakan simbol status sosial, tapi apa yang kita tanam dan pelihara, bisa memberikan keteduhan bagi diri sendiri dan sekitar
Selamat bercocok tanam!
Sumber: Tabloid Agrobis Edisi 752 Minggu ke-3 November 2007
Foto diambil dari : http://agriculturesupercamp.wordpress.com

Satu hal yang tidak bisa ku lakukan dalam hidup ini.
Boleh minta apa saja, kalau bantuan dan ku bisa bantu mesti ku kasih. Kalau minta makanan dan aku ada, ku pasti berbagi. Mau nyobain makananku? Ku bisa kasih dibelah 2, asalkan…
Asalkan jangan Baso 

Habis dari Bogor.
Di sana hujan, air turun dengan derasnya melewati pucuk-pucuk daun.
Sampai Jakarta, ternyata belum hujan.
Tapi airnya malah turun dari sipitan mataku.
Masalah itu datang berulang.
Dan dihadapkan dengan orang yang sama. Orang yang aku tidak bisa lawan.
Kaki ku lemas di depannya.
Ah,
Jakarta akhirnya hujan.
Di saat aku kembali yakin,
untuk tidak percaya laki-laki.

Orang-orang maya ini sudah mulai berkelompok
menyusun strategi, terkekeh, tersentak, terendam dalam bilasan tulisan
Orang-orang maya ini sudah tidak percaya
bahwa dunia diciptakan dalam kesendirian
Lagi
Orang-orang maya ini
sudah menyimpan tubuhnya sendiri dalam file .txt
dan tertawa riang karenanya
Perayaan gaduh dalam perhatian
Kemudian
Orang-orang maya ini bersama-sama
meruntuhkan kerajaan kakek dan nenek.









