Saturday, November 22nd, 2008
Nikah Komersil
05 November 2007 | Sambel cabe | 8 Comments

Ah lelah juga.

Baru saja dapat laporan keuangan. Ibu yang pegang, Katanya dapat margin hampir 20%.

Sudah bersih dipotong dari segala macam pengeluaran. Tentu saja mengganti uang orang tua dan mertua untuk :

- Sewa gedung dan interior, Lunas.
- Katering untuk 200 undangan, dihitung 3×200x1 paket. Dihitung untuk satu undangan biasanya ada yang membawa pasangan atau keluarga.
- Souvenir, dihitung hampir sama dengan katering. Untung saja Pagar pagar Ayu nya bekerja dengan baik, mencibir undangan yang minta souvenir lebih dari 2.
- Seragam keluarga, 20 orang, diberikan bahan atasan dan bawahannya.
- Baju pengantin saya dan suami, 2x ganti, akad dan resepsi.
- Biaya penghulu
- Biaya carter mobil
- Biaya, biaya, dan biaya lain-lain…

Sudah terserap tabungan saya dan suami untuk DP rumah, untung saja di laporan yang sekarang saya pegang, ternyata ada margin 20%. Leganya hati ini.

Itu artinya, dari 200 undangan, kalau ingin dirata-ratakan, masing-masing undangan memberikan angpao sebesar 100ribu rupiah. Wuih!

Ibu bilang, akan langsung dibagi dengan besan. Bagian ibu 60% dan besan 40% nya. Tentu saja, karena biasanya dari pihak wanita akan lebih besar porsinya karena dianggap menjamu tamu. Modalnya lebih besar.

Kata ibu lagi, margin 20% nya bisa aku pegang untuk tambahan membeli perlengkapan rumah. Jadi, saya bisa membeli tempat tidur, kursi tamu, peralatan dapur dari keuntungan perhelatan pernikahan saya.

Ah senangnya…

Selain tidak hanya balik modal tapi juga bisa untung.

Terima kasih teman-teman telah datang di Pernikahan Sakral saya kemarin. Doakan supaya kami langgeng :)

-