Thursday, August 28th, 2008
Usah maafkan
12 November 2007 | Pujangga baso | 10 Comments

Sebuah tanda tidak akan menjadi makna tanpa adanya rasa tersakiti.
Lalu sebuah hikmah pun menjadi punya arti dan kemudian menutupi perasaan kalah terhina.

Aku memang bisa menerima walau hanya di bibir ini. Sebuah tanda yang kuartikan dalam kegalauan rasa. Ketidakpastian kemudian menjadi sesuatu yang pasti saat semuanya terkatakan dengan jelas. Waktu tlah berubah wujud menjadi sebuah ruangan yang berdimensi, karena pejalnya sebuah pernyataan.

Ini memang bukan sekedar sementara. Kejujuran akan menorehkan luka sampai waktu yang akan menghilangkan jejaknya. Wacana palsu pun akan terbuka dan disambut dengan decak kagum, bagaimana kepalsuan itu disembunyikan. Sebuah kecerdasan yang menenggelamkan kemanusiaan.

Lalu hiduplah rasa bersalah. Yang berakhir dengan merendahkan diri dalam permintaan maaf. Maaf pun kembali menjadi sebuah wacana palsu penghindaran diri. Dengan maaf, terbukalah semua pintu rasa kasihan.

Selalu begitu dan berputar di setiap penyangkalan atas dosa yang dimaafkan. Dan atas nama kejujuran.

-