




Sebuah tanda tidak akan menjadi makna tanpa adanya rasa tersakiti.
Lalu sebuah hikmah pun menjadi punya arti dan kemudian menutupi perasaan kalah terhina.
Aku memang bisa menerima walau hanya di bibir ini. Sebuah tanda yang kuartikan dalam kegalauan rasa. Ketidakpastian kemudian menjadi sesuatu yang pasti saat semuanya terkatakan dengan jelas. Waktu tlah berubah wujud menjadi sebuah ruangan yang berdimensi, karena pejalnya sebuah pernyataan.
Ini memang bukan sekedar sementara. Kejujuran akan menorehkan luka sampai waktu yang akan menghilangkan jejaknya. Wacana palsu pun akan terbuka dan disambut dengan decak kagum, bagaimana kepalsuan itu disembunyikan. Sebuah kecerdasan yang menenggelamkan kemanusiaan.
Lalu hiduplah rasa bersalah. Yang berakhir dengan merendahkan diri dalam permintaan maaf. Maaf pun kembali menjadi sebuah wacana palsu penghindaran diri. Dengan maaf, terbukalah semua pintu rasa kasihan.
Selalu begitu dan berputar di setiap penyangkalan atas dosa yang dimaafkan. Dan atas nama kejujuran.

Asemm!!
Interview kok kaya sidang skripsi disuruh bikin presentasi
Yah mau gimana lagi….
Terpaksa mesti MIKIR.
Doakan!

Lumia mengambil pinsilnya. Tangannya bergerak mencorat coret sketch book lusuh di bawah sinar lampu jalanan. Jalan Karet Tengsin, begitu tulisan yang ada di papan tepat disamping dia berjongkok. Matanya menyipit, dagunya bergerak ke atas ke bawah mengikuti gerakan wajah. dari objek lalu ke kertas, lalu ke objek dan selalu berulang. Matanya semakin dipicingkan, dari gelapnya malam dan dari lebarnya jalan 3m, usaha untuk melihat gurat dari sebuah ukiran menjadi hal yang berat.
Seandainya dia pelukis yang diberi indera penglihatan seperti elang, maka akan bersyukur dan menarilah dia. Untung saja, cahaya palsu dari lampu-lampu bohlam tidak takut akan apapun. Sambil menahan beratnya nafas akibat batuk payah yang divonis dokter sok tahu akibat rokok, Lumia mengencangkan syalnya dan mempercepat gerak tangannya.
Angin meniup dengan lembut terasa dingin seperti tubuh merasakan rifampisin, meniup lembaran kertas. Sebuah lukisan nisan dengan uliran bunga di dua sisinya, lalu bunga teratai di tengahnya.
Tulisan: Ayah kami tercinta, Hao Wang…
Telah diganti menjadi,
Dalam Gelap yang Bercahaya, Lumia Ardina.


Yayyy!!!
The Dark Knight will coming soon !!!
Menunggu cukup lama setelah Christopher Nolan’s Batman Begins, akhirnya film Batman terbaru bisa dinikmati kembali. Yah walaupun masih memakan waktu beberapa bulan lagi menjelang summer tahun depan
Tapi tidak apa-apa, I just so excited!
Masih dengan Christian Bale yang kemarin, lebih membuat image Batman dingin dan garang (luv it!), enemy nya kali ini The Joker yang dimainkan oleh Heath Ledger dan Aaron Eckhart as Harvey Dent/Two Face. Katie Holme as Rachel Dawes di Batman Begins bakal diganti. Saya sih setuju, secara kemarin memang tak bagus he he…

Sempat baca, syutingnya mengambil tempat di Hongkong. Ah, saya belum mengumpulkan info lebih lanjut lagi. Mudah-mudahan filmnya lebih gelap dan equipment nya lebih nyeleneh, seperti batmobile kemarin
Can’t wait can’t wait….!
Trailers nya: http://www.batman-movie-buzz.com/trailerVideo.php
Photos source: http://www.batman-movie-buzz.com/photos

Ah lelah juga.
Baru saja dapat laporan keuangan. Ibu yang pegang, Katanya dapat margin hampir 20%.
Sudah bersih dipotong dari segala macam pengeluaran. Tentu saja mengganti uang orang tua dan mertua untuk :
- Sewa gedung dan interior, Lunas.
- Katering untuk 200 undangan, dihitung 3×200x1 paket. Dihitung untuk satu undangan biasanya ada yang membawa pasangan atau keluarga.
- Souvenir, dihitung hampir sama dengan katering. Untung saja Pagar pagar Ayu nya bekerja dengan baik, mencibir undangan yang minta souvenir lebih dari 2.
- Seragam keluarga, 20 orang, diberikan bahan atasan dan bawahannya.
- Baju pengantin saya dan suami, 2x ganti, akad dan resepsi.
- Biaya penghulu
- Biaya carter mobil
- Biaya, biaya, dan biaya lain-lain…
Sudah terserap tabungan saya dan suami untuk DP rumah, untung saja di laporan yang sekarang saya pegang, ternyata ada margin 20%. Leganya hati ini.
Itu artinya, dari 200 undangan, kalau ingin dirata-ratakan, masing-masing undangan memberikan angpao sebesar 100ribu rupiah. Wuih!
Ibu bilang, akan langsung dibagi dengan besan. Bagian ibu 60% dan besan 40% nya. Tentu saja, karena biasanya dari pihak wanita akan lebih besar porsinya karena dianggap menjamu tamu. Modalnya lebih besar.
Kata ibu lagi, margin 20% nya bisa aku pegang untuk tambahan membeli perlengkapan rumah. Jadi, saya bisa membeli tempat tidur, kursi tamu, peralatan dapur dari keuntungan perhelatan pernikahan saya.
Ah senangnya…
Selain tidak hanya balik modal tapi juga bisa untung.
Terima kasih teman-teman telah datang di Pernikahan Sakral saya kemarin. Doakan supaya kami langgeng 









