




Mulai belajar kembali bagaimana mengendarai mobil, dengan tingkat kekerasan dalam lalu lintas yang tinggi. Untuk seseorang yang baru belajar mengendarai mobil, rute Bekasi Timur-Pelabuhan Tanjung Priok cukup melelahkan ditambah lagi dengan harus mepet Truk dan Trailer, depan, belakang, kanan, kiri.
Hari pertama, hampir menabrak mobil di perempatan,
Hari kedua, hampir beradu dengan angkot.
Hari kedua, pulang kantor, hampir menyerempet bis.
Hari ketiga, akhirnya menabrak tempat sampah. Lecet sedikit.
Hari ketiga, pulang kantor, hampir nabrak belakang mobil yang jalannya di tengah as jalan, katrok. Untung bisa nyalip.
Hari ketiga, sudah merasakan 110km/jam.
Masih kurang koordinasi saat mundur dan parkir, yang paling sulit.
Pulang kantor tadi, sudah panik, masuk gigi tapi gak bisa jalan. Sudah misuh-misuh, mentang-mentang mobil bekas. Ternyata, rem tangannya belum diturunkan.
Pegel juga kaki injek kopling, enak kali yah kalau yang matic. Tapi mampunya baru bisa beli yang sekon.
Tambah capek lagi, sudah 2 minggu ini pulang kantor selalu lebih dari jam 8 malam
Butuh liburan, phew…
Tapi gak apa-apa kerja sampai malam, asal nanti uang lemburnya cukup untuk ngecat mobil dan masang audio, haha.

Wall-e jelas film yang seharusnya membuat kita berpikir untuk mengubah gaya hidup menyampah.
Terlepas dari itu, film animasi pixar kali ini seperti biasa, sempurna! Baik dari tema, selera humor dan animasi yang tidak perlu dipertanyakan.
Dan film ini tepat untuk kampanye go green! Tentu saja jauh berbeda dengan film Kungfu Panda yang herrggh bgitu deh’

-








