




Tolong betulkan kalau saya salah.
Sebuah adaptasi dari novel menjadi sebuah film semestinya bisa menjelaskan cerita secara keseluruhan dalam versi film yang bisa saja sama atau sedikit berbeda dari filmnya. Maksud saya sederhananya begini, saat dibuat menjadi film, orang-orang yang pada awalnya tidak atau belum membaca bukunya dapat memahami tokoh atau ceritanya lewat versi lain yaitu film. Bukan berarti harus membaca bukunya sebelum nonton kan untuk mendapatkan informasi tentang tokoh-tokohnya atau informasi lain.
Intinya, Laskar Pelangi kemarin hanya, Ikal, Mahar dan Lintang. Tidak ada Syahdan, Trapani dan Sahara, peran mereka hanya pajangan. Tidak diceritakan sama sekali. Yah setidaknya sebut nama atau apapun namanya.
Lalu, saya tau kalau Lintang itu dari pesisir sangat jauh untuk bersekolah dan harus menunggu buaya lewat dahulu, tapi apakah harus ditunjukkan berkali-kali? Di lain sisi bisa diisi dengan scene yang lebih variatif ?
Bagus, secara tema karena akhir-akhir ini jarang film yang mendidik dan punya pesan. Di samping film sampah Indonesia yang hanya mendidik daerah pangkal paha atau mendidik jadi janda.
Yang bagus menurut saya akting si Ikal kecil, acung jempol
Kritik yang terakhir,
Kenapa harus ada Tora Sudiro ?????

-








