




Apa yang sangat penting untuk dibawa saat bukan orang Jakarta jalan-jalan di Hari Minggu di Kota Jakarta?
Peta Busway TransJakarta.
Sekarang saya tidak takut lagi untuk menjelajah Jakarta, asalkan di tas sudah masuk peta koridor busway. Dengan alasan, kalaupun saya nyasar dan tidak tau entah di Jakarta daerah mana saya berada, saya cukup mencari halte Transjakarta terdekat.
Dengan memiliki peta koridor, kita bisa merencanakan, turun dan naik dari Halte mana, dan harus pindah koridor dimana. Memang sih, di masing-masing Halte sudah terpampang peta koridor. Tapi sepertinya tidak afdol kalau tidak memegang sendiri peta tersebut.
Saya punya peta koridor ini dapat gratis di Museum Gajah kemarin. Lebih tepatnya sih peta saku, karena kecil, dan mudah untuk dibawa kemana-mana.
Kenapa harus Transjakarta?
Yah karena, dengan naik Tije, kita bisa sampai di terminal-terminal besar di Jakarta, seperti Kampung Rambutan, Kampung Melayu, Kota, dan dari situ tinggal memilih mau nyambung dengan Bus Kota apa.
Kenapa tidak langsung saja naik Bis Kota?
Jakarta itu unik. Bila ada pepatah, malu bertanya sesat di jalan, kalau Anda tersesat di Jakarta dan bertanya, malah akan tambah tersesat

Ya Alloh..Tuhan Pemilik Hidup
Pemilik KematianMaafkan
Aku tidak bisa memaafkanMungkin untuk saat ini..
Berikan aku waktu sebentar saja untuk membencinyaLingdungi aku yah Rabb.
Hancurkan kebencian ini
Karena AKU BENCI DIAAKU BENCI DIA
AKU BENCI…
KENAPA PEREMPUAN SELALU DIAM SAJA??
Tidak ada satu peristiwapun
Tidak ada satu orangpun
Yang bisa membuatku jatuh.
Ku bangun.
Ku bangkit.
I’ll cry no more.
Teman, maafkan bila tingkah lakuku salah. Aku hanya bisa bilang maaf, tapi hanya keledai yang tidak memperbaiki kesalahannya di hari kemudian.
Maafkan 

Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan. Dan jika mereka (orang-orang musyrik) melihat suatu tanda (mukjizat) mereka berpaling dan berkata, “Ini adalah sihir yang terus menerus”. Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya. Dan sesuangguhnya telah datang kepada mereka beberapa kisah yang di dalamnya terdapat cegahan (dari kekafiran). Itulah suatu hikmah yang sempurna, maka peringatan-peringatan itu tiada berguna (bagi mereka). (QS. Al Qamar: 1-5)
Dari buku yang saya baca, kisah tentang mukjizat ini terjadi pada tahun ke-9 setelah kenabian Rasulullah. Nah, apakah memang benar telah ditemukan bukti secara ilmiah tentang luna terbelah ini? Saya belum punya waktu yang cukup buat googling lebih lanjut, kerjaan kantor lagi banyak jee…
Tapi Luna terbelah itu, cukup mengaktualisasikan diri saya saat ini 

Satu lagi info yang kudapat hasil ngobrol-ngobrol dengan si bapak ahli.
Kamu tau bahwa bulan, iya, si satelit bumi kita ini…
Ternyata pernah terbelah dan kemudian menyatu kembali.
Terbelah dalam artian sebenarnya, loh!
Kamu tau? Aku baru pertama kali ini mendengarnya
Kata beliau, hal ini ada di Al Quran, dia nyuruh aku buka-buka lagi. Dia cerita, saat Apollo mendarat di bulan dan membawa sampel batu bulan, dinyatakan bahwa bulan pernah terbelah oleh ahli geologi nasa. Hanya saja tidak dipublikasikan.
Hemm,,
Apa benar???
Jadi pengen pulang cepet buka index Al Quran.
Bulan terbelah? Keren!
Dulu pernah nonton di film apa yah, bulan bisa dibelah, tapi hanya bayangannya saja di kolam. Duh, lupa saya itu scene di film apa yah…ada yang ingat??

Pagi ini kesiangan lagi. Memang sih, bangun juga kesiangan, berangkat kesiangan, tapi mau berangkat jam berapapun tetap saya kena macet.
Jakarta kalau tidak macet, namanya bukan Jakarta.
Saya pernah menyimak, mencuri-curi dengar tepatnya, pembicaraan coffee break seorang ahli mengenai ini. Masalah transportasi yang ditunggangi dengan kebijakan politik serta ekonomi.
Sebagian besar proyek jalan di Indonesia, merupakan proyek dana bantuan dari Jepang. Baik rehabilitasi, rekonstruksi ataupun pembukaan jalan baru. Tapi sebagai timbal balik, produksi kendaraan bermotor dari Jepang merupakan yang masuk terbesar di Indonesia. Setiap tahun, produk-produk kendaraan bermotor dari negara tersebut masuk, tentunya tanpa pembatasan yang tepat.
Orang sekarang bisa kredit motor dengan DP yang murah, begitu juga dengan mobil. Jadi, akhirnya toh sama saja. Pembangunan prasarana yang ada tidak diimbangi dengan pembatasan sarana, mau sebanyak apapun pembangunan jalan, Jakarta akan tetap macet wong mobil dan motor tambah banyak jee…
Saya sendiri sih, lebih berharap pada peningkatan prasarana dan sarana angkutan massal. Seperti TransJakarta, jelas sangat membantu, tapi sayang hanya di dalam kota. Kami di Jabodetabek juga butuh feeder untuk sampai dalam kota. Andai bis kota dan patas diperbaharui bukan bis-bis abal-abal seperti yang ada sekarang, pasti akan lebih nyaman dan menarik.
Tapi saya juga tidak yakin sih, lha wong kita ditawari produksi kendaraan bermotor seabrek jenisnya mesti tergiur pengen punya. kalau setiap rumah punya kendaraan sendiri dan dipakai, yah tetap macetlah Jakarta ini.
Mungkin memang sudah jamannya Super Blok ??
Apa itu Super Blok? Nanti lagi saya coba paparkan. Sekarang mau kerja dulu, jangan makan benwit buta 









