Saturday, November 22nd, 2008
Kotak Gembira
14 June 2007 | Pujangga baso | 3 Comments

Dengarkanlah udara menyanyi
Debu-debu bersenandung dengan semangat

Sampaikan juga bahwa hari ini memerah
Semerah plum yang matang di kebun belakang

Berjalan berjingkat dalam irama
Di atas air tanpa beriak

Melayang melepas bahana
Seperti suara kapal uap di pelabuhan

Gadis dengan corsage jingga
Terbahak dengan mata menyipit

Indahnya dalam pengakuan
Dunia gembira tebarkan pesona

Yang ternyata hanya dalam kotak.

———-

huff…kenapa saya tidak bisa menulis hal yang menggembirakan, selalu diakhiri dengan kesinisan ??

Dia yang Lain
04 June 2007 | Pujangga baso | 3 Comments

Gulaku asam

Saat memasuki sudut yang basah
Aku tergelincir, merobek dan mengguncang

Senyumnya berbinar dalam ringkih kesinisan

Aku rasa seonggok kerinduan yang tersisa
dan terhempas

Demi malaikat yang merentangkan nyawa

Demi orang yang tak bisa mencinta

Datanglah alam sorgawi

Berkabung menerangi neraka jahanam yang bersalju

Malaikat pun mendapat tempatnya.

White Thong Series.2
21 May 2007 | Pujangga baso | 6 Comments

Ah, sial.

Karena harus menjahit sendiri kancing di bolero, aku jadi berangkat telat lima menit. Tapi tau sendiri Jakarta di hari Senin, berangkat hanya telat 5 menit sampai bisa telat sejam..arrggh!

Untung saja kantorku sangat menghargai output, dan selamatnya juga, aku sampai 10menit sebelum rapat dimulai dengan materi yang sudah siap di tangan, hebat!

Setelah meletakkan materi dan membagikan kopian presentasi, aku langsung menuju kamar mandi. Presentasi bukan hanya masalah isi, tapi juga penampilan.

7 x 7 sama dengan empat sembilan, setuju gak setuju yang penting penampilan…-halah.

Eyeshadow hijau muda di garis mata membuat penampilan lebih segar, sesuai dengan warna bolero. Bubuhkan highlight putih yang tentu saja senada dengan white thong ini. Tinggal mengoles ulang blush on pure pink dan lipgloss peach. Perfect. Sudah beres semua, tinggal menghentakkan white thong 3x dan semua berjalan lancar.

Tok..Tokk..T..

Hampir masuk ke ketukan ketiga, kulihat Mey baru keluar dengan tampang kuyu. Please…jangan bilang kalau dia ditinggalkan Andri!

Sel, Andri mutusin gue.

Mey langsung mendekatiku sambil merebahkan kepalanya di bahu, seperti biasanya.

Dan gue cuma bisa nangis saat dia mutusin gue.

Bahu Mey bergetar. Dan aku menepuk bahunya tanda aku memang prihatin.

Kenalkan, Marsella Avanti, dipanggil dengan sebutan Mey. Sebut saja dia salah satu sahabatku, walaupun aku tidak mengerti apa sebenarnya konsep persahabatan. Tapi dengan Mey, aku bisa menjadi diri sendiri, seenaknya,dan merasa tidak sendiri. Mey adalah seorang perempuan yang benar-benar wanita. Lembut, manis, sensitif, tidak macam-macam, dan konsep ideal perempuan yang diinginkan laki-laki.

Bisa disuruh patuh.

Yang menurut aku adalah hal terbodoh dari seorang wanita.

Sebelum terbawa ke pembicaraan lebih jauh, kutepuk bahu Mey .

Say, gue ada presentasi sebentar lagi, kita lanjut nanti yah makan siang. Cheers up dong, gue juga baru putus kali, nek…hihi

Kataku sambil terkekeh-kekeh. Mata Mey langsung membulat diiringi sedikit senyum. Entah senyum sinis atau senyum tergelitik. Aku tak terlalu peduli yang penting kan sudah senyum.

Hah? Sakit jiwa, lu !, ucap mulut mungilnya.

Aku berlalu dengan langkah dipercepat, sebelum masuk ruang rapat, kurapikan kembali rambut dan boleroku.

Satu hentakan lagi, dan sukses.

Tokk.

————————-

White Thong 2cm, series.1
15 May 2007 | Pujangga baso | 5 Comments

Hari yang baru.

Berada di antara dua pilihan memang sulit. Bukan masalah apa yang terjadi kemudian, tapi berani memutuskan yang mana di saat kedua pilihan itu tampak sama benar. Antara thong putih dengan hak 2cm atau wedges dengan pita kecil yang manis.

Agil, mantanku, dan sebagian besar laki-laki suka mengeluh, tentang kebiasaan wanita yang satu ini. Siapa sih yang akan memperhatikan tingginya hak, warna dan berapa tali yang harus diikatkan? karuan aku langsung jawab, Yah, Aku!

Berbicara tentang Agil, dia baru kuputuskan semalam. Tapi hebatnya, tidak ada airmata yang mengalir untuk dia. Yah, oke, kalau itu bisa dibilang suatu prestasi, come on…

Kuputuskan karena dia bilang Cinta. Malam itu dia ke rumah, tetap dengan kaos Polosport nya *penting banget yah..(?)* dia bilang, dia cinta aku.

Aku cukup terbahak, tapi kutahan, tidak enaklah, toh dia tidak melawak. Untung saja, dia tidak membawa bunga atau coklat. Bulan kemarin dia membawakanku bunga dengan pot-potnya, dia minta untuk aku rawat baik-baik. Enak saja. Kerjaanku di rumah banyak loh, ditambah merawat rerumputan Yap, rerumputan, karena bunga akan layu yang hanya menyisakan daun. Tepatnya rumput.

Dia bilang cinta.

Di hari yang sama, aku berpapasan dengan seseorang. Dia tidak cinta aku, kenal juga tidak.

Membicarakan cinta membuatku ingin mengejarnya. Dan Agil memaksa pikiranku untuk tertuju padanya.

Gila memang. Tapi aku tidak suka dicintai di saat yang salah.

Lalu kuputuskan dia. Sempat Agil mengumpat dengan kata-kata kasar. Untuk hubungan yang hanya 4 bulan itu, sebenarnya dia tidak berhak. Tapi yah biarlah.

Hari ini aku akan berpapasan lagi dengannya. Setelah berdiri di antara dua pilihan, kuambil thong putih bertali 2cm.

Scrap thong yang sama saat aku berpapasan dengan Agil untuk kedua kalinya.

Doakan agar sedikit ’sihir’ nya bekerja.

Semoga banyak , deh!

off
18 February 2007 | Pujangga baso | 7 Comments

on every grudge and every fight
I miss u all day and night
have you had your time off today
to bring a cup of tea and smile away

…..

Unable to off this week, 24 hour stuck in my cubicle.

though, I’d like to ride a long road with him this weekend.
miss him so.

but nowdays, these duties more important than just lope lope ;))

as important like getting pleasure with computer :D

Previous Entries - Next Entries