




Saya bingung. Sebenarnya saya harus bersyukur atau malah terkutuk mempunyai pasangan seorang Blogger. Pada awalnya, saya begitu bahagia. Ketika saya jadian, dia memposting fotobox kami, dan mengatakan bahwa dia juga begitu bahagia. Dan teman-teman blognya memberikan ucapan selamatnya pada kami berdua, tentu saja diakhiri dengan minta MAKAN-MAKAN! ..ugh blogger kere!
Pernah saya memberikan kaktus kecil sambil berkata, sayang saya tidak akan layu seperti kaktus ini. Lalu besoknya, saya membaca di blognya, bercerita tentang kejadian kemarin dan bilang bahwa saya adalah pacar termanis.
Belum lagi, puisi cinta saya untuk dia. Lalu, sms mesra penuh rayuan untuk dia. Besoknya sudah terpampang vulgar di new postingnya. Lagi, lagi, dia memuji saya sebagai pasangan terbaik, diikuti dengan komentar-komentar betapa beruntungnya dia punya pacar seperti saya. Yah, bangga sih, sudah membuat pasangan klepek-klepek dengan apa yang saya buat.
Ternyata, yang parahnya belum datang. Pernah kita bertengkar dan dia ngambek. Lalu malamnya, dia tuliskan itu! Katanya, dia sakit hati lah, saya jahat lah, kok ada manusia seperti itu? Lalu harus membaca komentar, weeh…lagi marahan sama *sebut nama* yaah? Baekan deeh. Atau komentar yang menghakimi saya, kok gitu banget sih? Padahal mereka kan gatau apa-apa.
Lalu saya putuskan untuk bilang ketidaknyamanan hal pribadi diungkap di blog. Dia, iya, iya saja. saya percaya.
Oke, itu belum seberapa. Pas dia ulang tahun, saya ingin membuat hari yang sempurna hanya untuk kami berdua. HANYA BERDUA. Kita boncengan motor di pinggir pantai, saat itu langit sedang cerah dan bintang-bintang bertaburan dengan indah. Lalu kami berhenti, dan corat-coret di atas pasir. Siapa Cinta siapa, seperti anak smp
Lalu saya memberikan kado kecil, tiba-tiba dan memeluknya. Sambil bilang, saya tidak ingin kehilangan kamu. Then we kissed.
Shock lah saya. Ketika membuka blognya, hampir keseluruhan diceritakan. Saya hanya ingin mengalaminya berdua. HANYA BERDUA. Tanpa ada komentar.
Apa specialnya yang saya lakukan semalam kalau semuanya menjadi tau?
Malu. Jelas saya malu.
Saya marah dan tegur dia. Dia malah bilang kalau saya membatasi dia. Blog itu hak pribadinya, teritorinya, tidak ada yang bisa ganggu gugat dia mau tulis apa.
Tidak ada kata sepakat.
Akhirnya, saya pikir ini adalah multiple choice paling tolol di dunia, saya terpaksa bertanya :
Kamu pilih BLOG atau SAYA ?
dan dijawab.
BLOG.
AH! DASAR DIA BLOGGER GILA!
—–
Giling! Judul postingan ini sakit jiwa sekali huhuhu…

Kamu termasuk orang yang berpikir dahulu baru bertindak atau sebaliknya?
Memang sih ada beberapa hal yang memposisikan diri untuk berpikir dulu baru bertindak ataupun bertindak dulu tanpa berpikir.
Nah, kalau saya, sepertinya termasuk yang bertindak dahulu baru dipikirkan akibatnya belakangan
Walaupun tidak selalu seperti itu sih, cuma memang kebanyakan seperti itu. Orang yang lihat pun menganggap saya nekat lagi edan. Tapi selayaknya orang normal saya pun menampiknya *halah
Tanpa dijelaskan bagaimana buruknya bertindak tanpa berpikir, saya juga mengerti, memang banyak buruknya daripada baiknya. Tapi mungkin darah muda saya masih mendidih dan meletup-letup, jadi sering terbawa suasana, lalu terbawa ke pikiran, yang merespon lewat panca indera. Hasilnya adalah, saya melakukan apapun yang saya inginkan di waktu saya hanya memikirkan hal itu *nah loh bahasa yang aneh*
Contohnya, kalau hari ini saya mau ke Surabaya, dan sedang ada uang, pasti saya akan langsung ke sana
Pernah ada yang bilang kalau saya itu hanya ingin senang-senang. Gak bisa dipungkiri sih, saya termasuk orang yang mencari kesenangan, hidup harus diisi dengan hal-hal yang menyenangkan hati, malah kalau perlu kita tertawakan kehidupan. Karena apalagi sih yang harus dicari selain hati yang sejuk, dan riang di tiap harinya. Jujur saja sih, saya belum pernah terlalu sedih dan cepat melupakan kesedihan.
Mungkin sikap saya bagi sebagian orang, dianggap tidak memikirkan orang lain, cenderung ingin seenaknya sendiri dan tidak berperikemanusiaan. Dan memang, saya juga berpikir demikian.
Saya ingin bebas. Berpetualang sampai capek sendiri, pergi ke tempat yang saya inginkan, melihat dunia, backpacking, tanpa harus diplanning ini itu, tidak kaku, menyicipi semua kondisi dan bisa survive. Lalu bersenang-senang. Just like Catwoman
Tapi manusia pada akhirnya memang wajib berpikir sih, karena semua toh ada ujungnya. Dan pasti ada akibat yang ditimbulkan dari yang sudah dilakukan. Mungkin saat ini saya belum kena batunya, tapi mudah-mudahan kalau tiba saatnya saya bisa kuat.
Is there someone can handle me?


Imut sekali….!
Jadi inget Poo di rumah yang sekarang sudah gak pernah ku ajak maen lagi
Iya, dia aku letakkan di rak saja, tidak dimandikan apalagi dibelai, dicurhatin juga boro-boro.
Apa kabarnya yah Poo sekarang?
Al…Moo…kalian juga pasti sudah dekil-dekil.
Aku kok jadi kangen 

Semua bisa terjadi di blog.
Sudah menjadi hal yang lumrah, punya kehidupan nyata dan punya tetangga online.
Ada yang saling menjelekkan, bertengkar, beda pendapat, menjilat, memojokkan, mendukung, berteman, membanggakan diri sendiri, heboh.
Semua.
Benci dan cinta.
Contoh kecil,
Dari blog berakhir cinta. Pasangan blogger, katanya.
Tetangga-tetangga blog pada rame.
Inilah, itulah.
Di belakang layar online pada gosip.
Emang bener yah, si anu jadian sama si una yang blognya iniini.blogspot.com. Baca deh postingannya, sepertinya mengarah ke si anu, loh!
Duh, yang bener ah? Pantess si Anu sering banget tuh ngesut atau komen di blognya si Una.
Eh, emang bener yah? Si anu putus sama si una, tuh lihat deh postingannya sedih banget, kaya putus cinta.
Duh, kasian yaah.
Eh, tau gak? Pacarnya si anu tuh ternyata selingkuh, gue barusan baca postingannya! Dih, padahal lihat dari postingannya kaya cowo baek-baek yah. Tapi pas baca di postingan si una ternyata kaya gitu. Kasian banget si Una.
Yang bener.
Yang bener, ah!
yang bener, ah! ah!
Gak di dunia nyata, gak di internet. Banyak orang suka ikut campur. Dan, yah, memang mengasyikkan, mau tau urusan orang
Trus, saya sendiri paling males kalo digembar-gemborin. Apalagi kalau postingan saya disangkut pautin sama orang lain, blogger lain.
Dunia nyata yah dunia nyata. Internet yah internet.
Dua dunia berbeda untuk memunculkan karakter.
Disini, saya manusia sebebasnya, single dan independent.
Kamu yah kamu. Saya yah saya. Urusan saya yah jadi urusan saya. Urusan kamu bukan urusan saya.
Jadi, mohon keep silent untuk yang berbau relationship, membuat saya tidak nyaman dan gak bebas untuk menulis. Anggap saja tidak tau dan tidak mau tau, lagian kan gak penting, memangnya saya siapa?
Thanks for your kindly cooperation, friends 

Mulutmu adalah harimau mu.
Pepatah yang sering didengar. Perumpamaan, bila mulut tidak bisa dijaga, akan membunuh orang lain, menyakiti, seperti harimau merobek-robek mangsanya.
Terutama di dunia kerja. Ada etika-etika pekerjaan, yang mengharuskan pegawainya untuk menjaga mulut, yang menyangkut kerahasiaan dan performansi dari suatu perusahaan. Lucunya, baru-baru ini ada kejadian di kantor yang karena mulut membuat seseorang terfitnah dan tercemar nama baiknya, sampai di sidang. Yang parahnya lagi, orang yang kena adalah klien perusahaan dari perusahaan lain.
Saya bahkan tidak habis pikir, yang mulutnya ember sebenarnya tidak ada sangkut pautnya dengan pekerjaan yang orang itu lakukan. Dia mungkin hanya melihat orang tersebut dikasih amplop lalu cerita ke kerabatnya yang kebetulan dari perusahaan yang sama dengan orang yang difitnah tersebut. Karuan saja, dia disidang di kantornya, sampai telepon ke kantor saya nangis-nangis.
Padahal, dia dikasih amplop itu untuk biaya akomodasi survey, bukan untuk suap menyuap.
Dan penyebar berita bohong itu adalah Perempuan. Kerabatnya pun Perempuan. Lebih tepatnya Ibu-ibu.
Mulut perempuan memang gak bisa dijaga. Mulut perempuan bisa bikin kuburan untuk orang lain. Mulut nakal, mulut neraka. Mereka bahkan tidak sadar, kalau sedang bercerita yang seharusnya tidak diceritakan. Yang paling lucu adalah embel-embel, jangan cerita ke orang lain. Padahal dia sendiri yang menceritakan ke orang lain.
Mulut perempuan itu racun.
Makanya, saya paling males curhat sama perempuan.
Mulutnya selalu kepleset!









