Header Banner
Jun

Pantai Tanjung Tinggi, darimana datangnya batu?



Seperti biasa dapat tugas dari kantor untuk jalan-jalan haha…Untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di Pulau Belitong dengan tujuan ke Pelabuhan Tanjung Pandan. Perjalanan ke Belitong ternyata mudah, ada beberapa varian penerbangan dengan harga yang cukup murah. Ada 3 kali penerbangan dengan pilihan jasa penerbangan Sriwijaya dan Batavia Air, jadwal dari Jakarta :
1. Pukul 07.15 Sriwijaya Air
2. Pukul 10.00 Batavia Air
3. Pukul 13.15 Sriwijaya Air

Kebetulan pas saya kesana sedang musim liburan anak sekolah harga tiket lumayan tinggi sekitar Rp 400 ribu, katanya kalau untuk hari biasa cukup merogoh kocek Rp 300 ribuan. Perjalanan kesana memakan waktu 55 menit, dan saat sampai di Bandaranya jangan kaget dengan teriknya sinar matahari pooolll lebih panas dari matahari Jakarta.

Mungkin dengan terkenalnya Belitong sebagai pulau Laskar Pelangi kunjungan wisatawan pun meningkat, dan perhatian Pemerintah Belitong cukup besar juga. Bandara telah direnovasi dan di sepanjang jalan dari Bandara ke Tanjung Pandan sedang banyak proyek pelebaran jalan dan drainase. Kotanya cukup bersih, jalan umum pun terpelihara dengan baik. Penginapan juga lumayan banyak dengan harga bervariasi. Kebetulan saya menginap di Hotel Billiton, hotelnya cukup baru dan bagus fasilitasnya.

Hari pertama saya kerja dulu monitor Dermaga dan lapangan, hari kedua diajak makan siang di daerah Tanjung Tinggi. Perjalanan kesana kurang lebih 45 menitan. Dan saat terlihat garis pantainya….kamu pasti takjubb!! Wow..wow..WOWW !

Dengan langit yang cemerlang biru dan air laut yang berkilau jernih dengan pasir putihnya dan batu-batu granit yang berkelompok. Darimana datangnya batu??

Sayangnya, setelah terkenal sebagai tempat shooting Laskar Pelangi, pengunjung banyak dan di dekat area tempat makan sampah-sampah banyak bertebaran :( Dan yang lebih buruk lagi batu nya dicoret-coret :(( bener-bener Kampungan! Tapi tenang untuk beberapa spot masih bersih dari tangan-tangan iseng kok.

Pasirnya putih dan lembut, berbeda dengan pasir di Pulau Pramuka, dan akibat adanya gerombolan batu granit membuat air di pantai menjadi tenang. Sebenarnya sudah ingin berenang dan berjemur tapi gak bisa secara cuma lihat sebentar dan harus balik ke kantor.

Satu lagi yang tidak bisa dilupakan dari Belitong adalah makanannya, buat yang tidak suka seafood kasihan banget, karena seafoodnya seger tenann. Kepitingnya dagingnya tebal ditambah bumbunya yang gurih, belum lagi udang dan ikan bakarnya yummy!

Yang menarik lagi adalah orang-orangnya ramah hehe…tapi disana selepas jam 19.00 toko-toko di pasar sudah banyak yang tutup jadi sepi. Sulitnya di sana banyak yang berprofesi sebagai tukang bensin, terkadang cari bensin di POM Pertamina susah, ngantri, banyak yang nimbun sepertinya dan mau tidak mau membeli di eceran dengan harga Rp 500,- lebih mahal.

Pengen kesana lagi, berenang, snorkling dan berjemur :D

Catch the Other link : Tanjung Tinggi

Catch The Other picture : Tanjung Tinggi Photos

Note : Saya lupa ternyata saya belum memasukkan memori card ke kamera, jadinya cuma bisa moto sedikit…hikksssss

16
Komentar » “Pantai Tanjung Tinggi, darimana datangnya batu?
  1. zam (Jakarta, Indonesia)

    [..] buat yang tidak suka seafood kasihan banget, [..]

    NYET!!! MONYETT!!!

    *siap-siap ransum Pop Mie kalo mo ke sana*

    cih!

  2. sherly (Liverpool, United Kingdom)

    wowwww… kerennnnnnnn!!! sayang banget yah, banyak yg nyebelin, pake coret2 n buang sampah sembarangan…

  3. wiyono (Jakarta, Indonesia)

    kini aku datang… entah sudah berapa kalinya, sejujurnya saya adalalh pengamat blog dan ternyata blog anda memang sangat luar biasa, posting yang sederhana, bahasanya lugas dan tegas, informasi yang kau berikan sangat dibutuhkan oleh orang banyak, teruslah berkarya bro aku sangat mendukung blog seperti ini… o iya jangan lupa comment back dan follow ya
    kok link ku gak ada di sini ya he he he he
    kalau pasang link blog ku, jangan lupa anchor textnya menggunakan nama WIYONO
    pengamat blog pinggiran jakarta

  4. didut (Jakarta, Indonesia)

    errrr…bikin ngiri ajah

  5. escoret (Jakarta, Indonesia)

    [...] Pasirnya putih dan lembut, berbeda dengan pasir di Pulau Pramuka, dan akibat adanya gerombolan batu granit membuat air di pantai menjadi tenang. Sebenarnya sudah ingin berenang dan berjemur tapi gak bisa secara cuma lihat sebentar dan harus balik ke kantor. [...]

    emang,kantornya dimana ik..????

    *ngiler*

  6. ichanx (Jakarta, Indonesia)

    jadi iks… batu granit itu tercipta karena blablabla… *serasa kuliah*

  7. bagus al haqq (Jakarta, Indonesia)

    jadi pengen kesanaaaaa…
    waktu kesana sempet ketemu ama ibu muslimah nggak?
    hehehe…

  8. aldi (Jakarta, Indonesia)

    uwaaaw jalan2 ke pantei mulu nih postingannya, sekarang pake ke babel lagi.. huh!
    *mencari2 alasan SPJ ke babel

Berikan Komentar

Required
(tidak dipublikasikan)

XHTML: Tag yang dapat digunakan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> Y!M Emoticon

(Semoga saya ada waktu untuk berkunjung)